Categories: Kaca Grafir

Kaca Grafir

Kaca Grafir Untuk Mesjid

Dalam seni kaca grafir, ada berbagai jenis, model maupun tipe yang dapat diaplikasikan sebagai kaca grafir untuk mesjid. Seringkali anda lihat bahwa mesjid memiliki kaca dengan beragam motif tulisan arab yang menarik bukan? Komposisi warna kaca grafir yang tepat nantinya akan mempengaruhi karakteristik suatu bangunan mesjid sehingga dalam pemilihan kaca grafir untuk mesjid memang sangat penting untuk diperhatikan.

Pembuatan Kaca Grafir

Untuk membuat suatu kaca grafir, sebaiknya kaca yang digunakan minimal memiliki ketebalan 5 mm. Hal ini bertujuan agar tekstur atau motif yang muncul di permukaan akan terlihat lebih jelas. Selain itu juga untuk menghindari kaca tembus oleh pasir baja yang digunakan untuk membuat grafir.

Langkah pertama dalam pembuatan kaca grafir yakni menyiapkan gambar yang telah disesuaikan dengan konsep. Gambarnya harus terlihat jelas. Setelah jadi, tempelkan pada skotlet bening. Jika telah menempel, maka skotlet tersebut dipotong sesuai dengan gambar yang sudah ditempelkan sebelumnya.

Pemotongannya harus dilakukan secara hati-hati agar tidak melenceng dari garis motif yang sudah dibuat sebelumnya. Pasalnya, bagus atau tidaknya kaca grafir nanti ditentukan oleh proses cutting pada skotlet ini. jika proses tersebut sudah selesai, maka desain dari kertas bisa dilepaskan dan skotlet dapat ditempelkan pada kaca.

Perlu diperhatikan bahwa kaca harus dalam keadaan bersih untuk menghasilkan grafir yang bagus nantinya. Jika sudah tertempel dengan rapi dan kuat, maka langkah selanjutnya adalah menyemprot kaca dengan pasir baja. Setelah proses penyemprotan selesai, tunggu beberapa menit agar kering. Setelah itu, skotlet yang menempel tadi dilepas dan kaca grafir untuk mesjid ini bisa langsung dipasang setelah dicuci dan dibersihkan.

Top