Categories: Kaca Patri

Cara Memotong Kaca

Cara Memotong Kaca Patri

Dalam kenyataannya istilah pemotongan kaca sering disalahartikan. Ketika Anda menngores kaca disebut Score, yang sebenarnya sedang Anda lakukan adalah membuat retakan (fisur) tepat dibawah roda pemotong. Ketika tekanan diberikan pada fisur ini maka reaksi berantai mulai terjadi dan kaca akan pecah di sepanjang jalur score tadi.

Cara memotong kaca atau melakukan penoresan (score) yang ideal diperlukan teknik khusus. Tekanan yang berlebihan akan menyebabkan fisur merambat ke dalam kaca pada berbagai sudut yang berbeda. Anda memang tidak dapat melihat hal ini, tetapi ketika kaca mulai pecah pada salah satu fisur dan berpindah pada fisur yang lain maka yang terjadi selanjutnya adalah retakan di berbagai tempat yang memungkinkan terjadi.  Sebaliknya tekanan yang terlalu lemah akan menggores, tidak akan menciptakan fisur dengan kedalaman yang cukup dan pecahannya tidak akan terjadi tau dapat saja sporadis.

Memegang Pemotong Kaca

Ada beberapa cara untuk memegang pemotong kaca. Jagalah agar roda pemotong sejajar dengan kaca. Sementara memotong, sebaiknya Anda berdiri untuk memudahkan terjadinya transfer tekanan secara langsung dari bahu pada pemotong roda.

Menggores Kaca (Scoring)

Sebelum melakukan scoring, lumasi roda pemotong, pastikan kaca telah bebas dari kotoran dan papan pemotong sudah bersih dari potongan-potongan kaca halus. Ketika memotong kaca patri, periksa apakah  Anda sedang menggores pada sisi kaca yang benar (biasanya yang paling halus dan paling bersinar). Untuk memperoleh stabilitas dan jalur pandang yang lebih baik, Anda harus berdiri dalam posisi yang nyaman. Lalu ikuti langkah-langkah berikut.

  • Pegang Pemotong dengan tangan yang kuat menggunakan metode yang paling cocok. Tempatkan satu tangan di atas kaca agar kaca tidak bergerak dan gunakan ibu jari untuk menjadi pedoman saat memotong.
  • Tempatkan roda pemotong diatas kaca, sekitar ½ cm dari pinggir terdekat Anda. Tempatkan ibu jari di belakang kepala pemotong untuk mencegah pemotong mundur ke belakang kaca.
  • Berikanlah tekanan ke bawah pada pemotong kaca. Dorong pemotong dengan kecepatan konstan di atas permukaan kaca dengan tangan sebagai penuntun. Jika Anda melakukan score secara benar, Anda akan merasa bahwa roda sedang berguling dengan resistensi yang cukup di atas kaca dan dengarkan suara goresan (scritching). Lanjutkan scoring secara lengkap hingga ke ujung sebelah. Namun kurangi tekanan ketika Anda berhenti melakukan score untuk menghindari terjadinya pecahan kaca kecil.
  • Perhatikan score Anda. Jika ada potongan kaca kecil yang muncul dari jalur score atau muncul semacam pasir halus, berarti Anda telah memberikan tekanan yang berlebihan pada pemotong/cutter. Score harus terlihat bersih, seimbang dan garis putihnya redup. Jangan pernah melakukan score dua kali untuk jalur yang sama karena hal ini akan merusak roda pemotong dan tidak akan memperbaiki score.

Top