Categories: Kaca Patri

Timah Patri

Merangkai Panel Timah Patri

Umumnya, metode timah tradisional yang merujuk pada glazing atau leading yaitu meliputi penggabungan potongan-potongan gelas dengan timah patri (channel-channel) yang muncul dalam bentuk U dan H. Timah patri tersebut dipotong dan dicocokkan antara potongan gelas dan akhirnya disolder pada sambungannya.

Timah patri tidak saja menjadi tulang struktural dari jendela, tetapi juga merupakan elemen penting suatu rancangan. Biasanya ini menjadi metode pilihan ketika membuat sebuah jendela karena kualitas liniernya yang kuat. Kualitas ini dapat ditambah dengan beberapa timah patri lebar di dalam panel yang sama.

Adapun langakah-langkah untuk merangkai panel timah sebagai berikut:

  • Jejaki pola Anda seperti yang digambarkan pada bagian pembuatan pola. Pastikan untuk memotong penggalan pola sesuai instruksi.
  • Jejaki dengan hati-hati pola diatas kaca dengan pen berujung felt dan potong penggalan kaca dengan scoring pada sisi dalam garis penanda. Anda harus memotong garis secara menjauh sehingga garis penanda akan berada pada kaca yang dibuang ketika dipatahkan. Periksa potongan kaca Anda untuk memastikan bahwa potongan tersebut benar-benar memiliki ukuran dan bentuk yang sama dengan pola. Jika kacanya tidak tepat maka Anda harus mengerinda atau memotong lagi. Sesuaikan potongan Anda dengan cermat ketika melakukan scoring untuk penggalan berikutnya.
  • Ketika semua penggalan kaca sudah dipotong, tempatkan gambar kerja Anda di atas meja kerja dan ketukkan di bawah. Potong dua bingkai pembatas (dapat juga menggunakan penggaris). Pasang salah satunya di sepanjang sisi kiri dan yang satunya pada bagian dasar gambar. Pakukan penggalan tersebut sehingga garis luar gambar terlihat.
  •  Tentukan ukuran timah patri yang akan digunakan dalam motif. Timah tersedia dalam berbagai ukuran seperti ukuran 3mm sampai 12mm, baik bentuk U maupun H.
  • Luruskan timah patri sebelum digunakan untuk membuatnya lebih keras. Untuk meluruskannya, tempatkan satu ujung timah patri, lalu injak. Tarik ujung lainnya dengan tangan sampai lurus. Setelah pelurusan timah patri U, buka channel secukupnya untuk menerima kaca. Caranya selipkan pengungkit ke dalam channel dan tarik channel tersebut di sepanjang timah.
  • Potong timah patri untuk ujung luar motif. Ketika menggunakan sebuah pisau timah, potong timah H selalu pada mahkotanya (bagian atas) dan timah U pada sisi channel. Gunakan gerakan sisi ke sisi yang halus, sementara menekan lurus ke bawah. Jangan menggunakan kekuatan berlebihan untuk menekan karena akan merusak intinya.
  • Potong dua penggalan ujung timah, yang satu untuk dasar (bagian bawah), satunya lagi untuk panel. Tempatkan potongan tersebut diatas gambar, sepanjang ujung lath dan ujung sudutnya. Pakukan keduanya dengan paku sepatu kuda.
  • Cocokkan penggalan kaca sudut ke dalam channel dan ketuk perlahan ke dalam posisinya dengan balok kayu kecil dan palu.
  • Ukur dan potong sepenggal timah H agar cocok antara satu sisi dengan sisi yang lain. Sediakan tempat untuk menyiapkan channel timah di sebelahnya. Tempatkan timah ini melawan penggalan kaca yang dipasang dan masukkan potongan kaca berikutnya. Pakukan dengan sepatu kuda.
  • Potong satu penggalan timah H untuk dipasang di dalam batas timah dan menahan penggalan kaca sudut. Gunakan pengungkit untuk memposisikan timah dan tempatkan channel pada ujung kaca. Masukkan penggalan pinggir kaca sesuai pola, lanjutkan memposisikan timah, serta cocokkan kaca hingga ujung sisi dan dasarnya sempurna. Pastikan untuk mengamankan semua penggalan dengan paku sepatu kuda.
  • Mulai gabungkan bagian rancangan dengan menyelipkan penggalan kaca sudut dasar. Ukur timah dengan menempatkannya di sepanjang ujung kaca dan lekatkan melawan timah susut. Tandai timah dengan pisau (sekitar 2 mm lebih pendek daripada ujung kaca). Potong pendek timah untuk memungkinkan channel melampaui timah sekitar. Pemotongan sudut dapat dilakukan jika penuh, tergantung pada susut timah sekitar. Potong dan tempatkan timah ke dalam posisinya.
  • Ketika Anda terus menjalankan motif, beberapa hal perlu dipertimbangkan dari segi rangkaian logika penempatan penggalan kaca. Rencanakanlah selalu urutan penempatan penggalan berikutnya yang akan Anda pasang.
  • Ketika semua proses perangkaian di dalam telah rampung, cocokkan timah pada pinggir luar ke atas dua sisi yang tersisa. Ukur salah satu timah untuk bagian atas dan potong sekitar 2mm lebih panjang daripada panel. Ujung potongan tersebut menghadap sisi timah dan tempatkan di ujung atas (sambungkan dengan paku). Potong timah terakhir untuk dipasang pada timah patri atas dan bawah. Tempatkan pada posisinya dan amankan dengan paku.

Top